Selasa, 04 November 2014

Pengaruh Kamus Nusantara Terhadap Sejarah dan Budaya Nusantara Masa Kini.


Manfaat Buah Sawo dapat meningkatkan fungsi mata dan kekebalan tubuh serta mencegah penuaan dini.




Kali ini saya akan membahas khasiat Buah Sawo / Sappodilla / Saoh (Bahasa Sambas, Kal-Bar) merupakan buah yang memiliki daging berwarna orange dan bercita rasa manis dan rasa cenderung agak sepat / kelat. Buah sawo umumnya tumbuh di daerah tropis yang tidak jauh dari daerah pantai. 

Buah ini mengandung sejumlah nutrisi yang sangat baik untuk pencernaan, mata, penuaan dan mampu mencegah berbagai jenis kanker. Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai manfaat yang terkandung dalam buah sawo nanti akan di bahas di bawah. Saat ini buah sawo sudah sangat jarang kita temui pohon nya karena, pertumbuhan nya yang membutuhkan lahan luas, sedangkan pada jaman sekarang untuk tempat tinggal saja sudah sempit. Sehingga fungsi kebun berubah jadi fungsi tempat tinggal. Sawo juga sangat jarang kita temui di pasar-pasar tradisional kalau tidak musim buah ini akan jarang kita temui.

Berikut Kandungan & Manfaat Buah Sawo Untuk Kesehatan :

1. Kesehatan mata
Sawo sangat bermanfaat untuk Kesehatan Mata. Hal terkait dengan kandungan vitamin A yang sangat kuat dalam buah sawo. Vitamin A memelihara kesehatan mata dan melindungi dari kerusakan retina. Vitamin C juga sangat bermanfaat untuk mata. Vitamin C merupakan antioksidan kuat , melindungi kerusakan retina mata dari radikal bebas .

2. Sistem Kekebalan Tubuh
Buah Sawo merupakan sumber yang kaya vitamin C. 100g Sawo mengandung 14,7 mg yang setara dengan 24,5% dari kebutuhan harian orang dewasa. Vitamin C merupakan antioksidan kuat, yang efektif untuk meningkatkan kekebalan tubuh. Sawo juga mengandung tannin yang memiliki peran sebagai antivirus dan antibakteri. Jadi makan sawo dapat meningkatkan kekebalan untuk melawan pilek dan flu . Hal ini juga efektif untuk melindungi tubuh dari infeksi.
3. Meningkatkan Fungsi Pencernaan
Buah Sawo kaya akan serat larut (100g sawo mengandung 5.3g serat) . Serat larut yang diperlukan untuk memperbaiki pencernaan . Hal ini sangat dianjurkan untuk mencegah dan menyembuhkan sembelit . Juga itu sangat efektif untuk melindungi dari infeksi di saluran pencernaan.
4. Mencegah Kanker
Seperti yang sudah Anda ketahui bahwa Sawo kaya akan antioksidan Vitamin C dan Vitamin A. Hal ini sangat bermanfaat untuk melindungi kerusakan sel dari radikal bebas. Radikal bebas aktif menghancurkan sel normal untuk mengubah fungsi mereka . Tapi antioksidan dari Vitamin C dan Vitamin A menetralkan radikal bebas untuk mencegah kerusakan lebih lanjut.
Kaya serat dan antioksidan melindungi dari tubuh dari kanker usus besar dan rongga mulut. Juga sangat bermanfaat untuk melindungi dari jenis kanker lainnya.
5. Penuaan
Penuaan adalah masalah umum yang terjadi dan menyebar dengan sangat cepat pada seluruh system organ tubuh. Pada masa sekarang banyak produk produk yang menjual anti penuaan dengan berbagai jenis krem. Padahal penuan terjadi karena radikal bebas yang dihasilkan akibat stres oksidatif. Radikal bebas dapat merusak sel-sel kulit, karena itulah degenerasi kulit terjadi yang menyebabkan keriput. Tetapi telah terbukti bahwa antioksidan membantu melawan penuaan. Sehingga sawo dapat membantu untuk melawan penuaan dini dengan nutrisi yang terkandung di dalamnya. 6. Mencegah Anemia
Manfaat Buah Sawo yang merupakan sumber yang kaya akan nutrisi, memiliki kandungan seperti ; zat besi, fosfor, folat, dan lain-lain. Nutrisi ini terbukti bermanfaat dalam memproduksi sel darah baru. Dengan meningkatnya produksi sel darah baru maka Anda dapat terlindung dari Anemia.

Semoga Bermanfaat-

Pijat Ala Jepang Untuk Kulit Cerah dan Mencegah Kerut



Pijat wajah di Jepang sudah dilakukan sejak zaman kuno. Antara lain berkhasiat meningkatkan kesehatan kulit secara keseluruhan, meningkatkan aliran darah, meningkatkan kekencangan otot wajah, mengurangi kerut, kulit lebih halus, lebih cerah, dan mencegah kerut.
Berikut, pijat wajah yang bisa Anda lakukan sendiri.


Langkah #1:
Sebelum pijat, oleskan lotion untuk wajah. Lotion membantu telapak tangan meluncur di permukaan kulit wajah, dan pelembap akan diabsorp ke dalam kulit. Sesudah pelembap dioleskan ke kulit, letakkan telapak tangan di dahi.


Langkah #2:
Beri tekanan merata dan lepaskan ketegangan di dahi dengan menggerakkan telapak tangan dalam gerakan memutar.


Langkah #3:
Sesudah 10 detik, perlahan gerakkan telapak tangan ke atas, ke arah pelipis.


Langkah #4:
Letakkan telapak tangan di pelipis dan pijat pelan. Ulangi 2 – 3 kali atau lebih jika Anda sangat tegang.


Langkah #5:
Letakkan telapak tangan di bawah tulang pipi dan gerakkan ke arah telinga. Beri tekanan ringan sambil telapak tangan bergerak ke arah luar untuk merilekskan ketegangan.


Langkah #6:
Letakkan ibu jari di bawah rahang, dan jari telunjuk di hidung.


Langkah #7:
Gerakkan seluruh tangan agak ke atas dan ke luar, ke arah telinga.


Langkah #8:
Gerakkan tangan dari belakang telinga ke bawah ke decollete. Ulangi 5 – 6 kali.

Udara Bersih Dambaan Kita Semua


           
Menurunnya kualitas udara ternyata telah secara nyata dirasakan oleh masyarakat. Pada sebuah studi yang telah dilakukan di lima kota besar Indonesia –DKI Jakarta, Surabaya, Medan, Banjarmasin dan Makasar menunjukkan 90 persen dari jumlah total responden sangat percaya bahwa kualitas udara saat ini sudah sangat buruk. Udara yang kita hirup sehari-hari sudah terasa tidak mengenakkan apalagi kalau kita sedang berada di pinggir jalan. Pencemaran yang terjadi di satu tempat akan dirasakan pula dampaknya di tempat lain. Jadi udara yang dihirup kita juga dihirup pula oleh orang lain itulah dampak dari pencemaran. Akibat dari pencemaran udara dapat membahayakan kesehatan manusia, kelestarian tanaman dan hewan, dapat merusak bahan-bahan, menurunkan daya penglihatan, serta menghasilkan bau yang tidak menyenangkan.  Pencemaran udara adalah masuk atau dimasukkan ke dalam mahluk hidup, zat energi dan komponen lain ke dalam udara dan atau berubahnya tatanan (komposisi) udara oleh kegiatan manusia atau proses alam, sehingga kualitas udara menjadi kurang atau tidak dapat berfungsi lagi sesuai dengan peruntukannya (KEPMEN KLH No.02/Men-KLH/I/1998).
            Hingga saat ini di Negara kita peraturan yang mengenai dampak lingkungan hidup termuat di UU No.23/1997 selain itu banyak juga peraturan lain yaitu bentuk PP, Keppres, SK Mentri hingga Peraturan Daerah telah di buat, tetapi kualitas udara di Indonesia masih terus menurun. Sebenarnya sumber pencemaran udara ini berasal dari akibat dilepaskannya zat pencemar dari berbagai sumber ke udara. Sumber-sumber pencemar udara dapat bersifat alami maupun aktivitas manusia. Namun peraturan mengenai pengelolaan udara yang saat ini berlaku di Indonesia yaitu PP No.41/1999 bahwa sumber pencemar sebagai setiap usaha dan/atau kegiatan yang mengeluarkan bahan pencemar ke udara yang menyebabkan udara tidak berfungsi sebagaimana mestinya. PP ini kemudian menggolongkan sumber pencemar atas lima kelompok, yaitu:
  • Sumber bergerak: sumber emisi yang bergerak atau tidak tetap pada suatu tempat yang berasal dari kendaraan bermotor;
  • Sumber bergerak spesifik: serupa dengan sumber bergerak namun berasal dari kereta api, pesawat terbang, kapal laut dan kendaraan berat lainnya;
  • Sumber tidak bergerak: sumber emisi yang tetap pada suatu tempat;
  • Sumber tidak bergerak spesifik: serupa dengan sumber tidak bergerak namun berasal dari kebakaran hutan dan pembakaran sampah;
  • Sumber gangguan: sumber pencemar yang menggunakan media udara atau padat untuk penyebarannya. Sumber ini terdiri dari kebisingan, getaran, kebauan dan gangguan lain.
Sementara WHO sendiri menggolongkan sumber pencemar atas sumber tidak bergerak, sumber bergerak dan sumber dalam ruangan.

Di kota-kota besar di Indonesia, sumber bergerak telah mendominasi emisi pencemar udara. Di Jakarta misalnya, kendaraan bermotor telah menyumbangkan 70 persen dari pencemar PM10 dan NOx di tahun 1998 Untuk sebagian daerah di Kalimantan dan Sumatera, sumber tidak bergerak spesifik, dalam hal ini kebakaran hutan, telah memberikan kontribusi yang cukup tinggi dan semakin meningkat sejak tahun 1997. Selain kedua jenis sumber ini, kendaraan bermotor dan kebakaran hutan, kegiatan industri serta pembangkitan listrik pun memberikan kontribusi yang semakin hari semakin meningkat.
            “Setiap orang mempunyai hak yang sama atas lingkungan hidup yang baik dan sehat” (UU No.23/1997). Setiap orang baik laki-laki maupun perempuan, dewasa maupun anak-anak, penduduk kota maupun desa, miskin maupun kaya, semua berhak atas udara yang baik dan sehat. Tapi pada kenyataannya kita semua menghirup udara yang tercemar, lihat saja kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, dan Bandung. Sebenarnya dampak yang terkena langsung dan paling parah kalau kita lihat pada umumnya kelompok masyarakat yang terancam dari pencemaran udara bukanlah kelompok masyarakat yang menghasilkan pencemar udara. Tetapi justru kita yang kelompok masyarakat bukan penghasil sehingga pada gilirannya, biaya yang dikeluarkan masyarakat yang terkena dampak, tidak ditanggung oleh masyarakat penghasil emisi, dalam istilah ekonomi dikenal istilah biaya eksternal. Ini membuktikan bahwa ketidakadilan terjadi begitu saja di depan mata. Contoh yang paling nyata adalah anak sekolah yang letaknya sekolahnya berada di pinggir jalan besar. Mereka setiap hari menghirup udara yang dihasilkan para pengendara mobil, anak-anak tersebut terancam terkena ganguan kesehatan karena harus menghirup asap knalpot setiap hari.

            Kewajiban melakukan pencegahan dan penanggulangan pencemaran udara guna mewujudkan udara yang bersih dan sehat adalah tugas kita bersama. Tidak bisa hanya pemerintah saja, karena yang akan diatur dalam kebijakan adalah masyarakat luas. Tidak bisa masyarakat saja, karena masyarakat tidak berwenang mengatur sumber pencemar udara seperti kendaraan bermotor atau industri. Tidak bisa juga hanya pihak swasta, karena penanggulangan yang dilakukan mungkin tidak sesuai harapan jika tidak ada pengawasan.


Hidup dalam udara bersih, bebas polusi, tanpa ada pihak manapun yang harus berkorban untuk mewujudkannya, tentu merupakan impian semua orang. Namun impian tersebut secara utuh tampaknya tak mungkin terwujud. Walaupun mewujudkan udara yang bersih dan sehat adalah kewajiban kita bersama, namun setiap orang mempunyai beban tanggung jawab dan pengorbanan yang berbeda yang harus dilakukan. Untuk itu perlu diupayakan cara agar udara bersih yang tidak merugikan kesehatan dan kesejahteraan manusia dapat terwujud dengan pengorbanan dan biaya yang sesuai dan adil bagi setiap individu yang menghasilkan emisi.