Bangsa Indonesia mempunyai nilai
sejarah yang sangat kuat dan dalam perkembangan nya sangat mempengaruhi budaya
bangsa ini menjadi sangat beragam. Dahulu bangsa
Indonesia mengalami masa kerajaan Hindhu-Budha pada abad ke 4 sampai abad ke 7
di wilayah jawa barat dan abad ke 7 sampai ke 14 di wilayah sumatera selatan.
Pengaruh agama Hindhu-Budha pada bangsa
ini terlihat pada banyaknya masyarakat bangsa Indonesia yang memeluk agama
Hindhu misalnya saja di Bali (terdapat 4 kasta). Namun, uniknya agama
Hindhu yang berada di Bali berbeda dengan agama Hindhu yang berasal dari India
karena pengaruh agama Hindhu yang menyebar di Bali mengalami proses akulturasi terhadap
budaya asli Bali yang bersifat fleksibel dan adaptif sehingga tetap terasa asli
Indonesianya.
Agama Hindhu ini
juga menyebar sampai daerah Gunung bromo dimana penduduk asli nya beragama
Hindhu sampai sekarang. Agama Budha berkembang pesat di daerah Jawa Tengah
dimana terdapat Candi Borobudur yang merupakan Candi terbesar di dunia. Sampai
sekarang,Candi itu masih dianggap sakral dan sering dipakai dalam kegiatan
upacara keagamaan.Jika kita menyadari bahwa Candi Prambanan yang merupakan
candi dari agama Hindhu berada di tengah-tengah kawasan Candi Borobudur maka
kita seharusnya menyadari bahwa budaya toleransi antar beragama telah ditanam
dari sejak jaman dahulu. Sampai sekarang, toleransi antar agama yang beragam juga tumbuh di
masyarakat sekitar. Namun terkadang terdapat oknum tidak bertanggungjawab yang ingin
memecah belah rasa kesatuan bangsa misalnya saja konflik Poso,Sulawesi Tengah.
Sejarah nusantara juga menyebutkan
bahwa Indonesia merupakan kawasan pusat perdagangan antara asia dengan eropa (
antara barat dengan timur).Hal ini menyebabkan adanya pencampuran budaya dari
segi suku,ras dan agama. Di Indonesia, banyak masyarakatnya yang berdarah
campuran. Misalnya saja pribumi dengan keturunan Arab, Belanda maupun Cina
karena memang bangsa tersebut merupakan bangsa
yang sering sekali melakukan transaksi perdagangan dan berbaur dengan
masyarakat asli Indonesia. Tentunya menyebabkan adanya pencampuran budaya
misalnya saja di daerah Semarang terdapat pertunjukan wayang Po Te Hi,yang
merupakan pertunjukan local asli jawa tengah ( wayang ) dengan sentuhan budaya
Cina.
Karena Indonesia
merupakan wilayah perairan dimana mempunyai potensi yang besar untuk orang
asing berlabuh dan kemudian menyatu dengan pribumi sehingga menghasilkan
keturunan campuran,misalnya saja di daerah Kalimantan Barat terdapat suku asli
Indonesia yaitu suku Dayak namun jika dilihat dari segi fisiknya tampak ada
sedikit keturunan Cina. Hal ini menyebabkan budaya yang berkembang di Indonesia
dari sabang sampai merauke sangatlah banyak dan beragam. Bahasa yang
digunakan serta dialek-dialek nya pun sampai berjumlah ratusan ribu. Selain
itu, antar masyarakat lokal pun terjadi perpindahan penduduk sehingga
menyebabkan adanya proses akulturasi dan menghasilkan keturunan campuran
misalnya saja Jawa-Sunda, Minang-Jawa, Aceh-Bali, dll. Semua nya menyebabkan
Indonesia menjadi suatu Negara yang sangat kaya budaya.
Dari segi kuliner, sejarah nusantara
yang banyak beresentuhan dengan bangsa asing juga mempengaruhi dunia kuliner nusantara
sampai sekarang, misalnya saja ada martabak yang asli nya berasal dari India. Namun, berkembang di
daerah Padang dan akhirnya menyebar keseluruh Indonesia.
Dari segi kebiasaan, orang Indonesia
kebanyakan sering melakukan salaman terhadap orang lain ketika bertemu. Budaya
berjabat tangan ini pada mulanya dibawa dari bangsa Arab saat melakukan
penyebaran agama Islam di Indonesia.Sampai sekarang bersalaman merupakan hal
yang sangat penting di Indonesia untuk menunjukkan rasa hormat dan sapa tehadap
orang lain. Selain itu,menyapa terhadap orang lain juga berasal ketika
penyebaran agama Islam dimana salam merupakan hal yang wajib diucapkan ketika
bertemu orang lain,apalagi ketika bertemu orang yang lebih tua.
Budaya nusantara masa kini tetap
terpengaruh dari sejarah budaya bangsa kita. Tentunya masing-masing
suku adat dan budaya tidak berhak untuk berlomba untuk menjadi siapa yang
terbaik dari Indonesia. karena yang terbaik dari Indonesia adalah apabila kita bersatu antar
budaya yang menyebabkan akar budaya kita menjadi kokoh,kuat dan kaya
sehingga tidak mudah dihancurkan oleh bangsa lain.
Ada 3 (tiga) faktor utama yang mendorong
terbentuknya keberagaman budaya Indonesia sebagai berikut:
1. Latar Belakang Historis
Dalam perjalanan sejarah menyebutkan bahwa nenek
moyang bangsa Indonesia berasal dari Yunani (wilayah Cina Bagian Selatan).
Sebelum tiba di Nusantara mereka berhenti di berbagai tempat dan menetap dalam
jangka waktu yang lama, bahkan mungkin hingga beberapa generasi. Selama
bermukim di tempat-tempat tersebut, mereka melakukan adaptasi dengan
lingkungannya. Mereka mengembangkan pengetahuan, pengalaman, dan
keterampilan-keterampilan khusus sebelum melakukan perjalanan. Dengan perbedaan
pengalaman dan pengetahuan telah menyebabkan timbulnya perbedaan suku bangsa
dengan budaya yang beranekaragam di Indonesia.
2. Perbedaan Kondisi Geografis
Perbedaan-perbedaan kondisi geografis telah melahirkan
berbagai suku bangsa dan keberagaman budaya Indonesia. Hal itu berkaitan dengan
: Pola kegiatan ekonomi, Perwujudan kebudayaan yang ada
contohnya: nelayan, pertanian, kehutanan, dan perdagangan. Sehingga mereka akan
mengembangkan corak kebudayaan yang khas dan cocok dengan lingkungan geografis
mereka tanpa mengganggu kebudayaan yang lainnya.
3. Keterbukaan terhadap Kebudayaan Luar
Bangsa Indonesia adalah contoh bangsa yang terbuka.
Hal ini dapat dilihat dari besarnya pengaruh asing dalam membentuk
keanekaragaman masyarakat di seluruh wilayah Indonesia.
Pengaruh asing pertama yaitu ketika orang-orang India,
Cina, dan Arab di susul oleh bangsa Eropa. Bangsa tersebut datang membawa
kebudayaan yang beranekaragam.
Daerah-daerah yang relatif terbuka, khususnya daerah
pesisir paling cepat megalami perubahan. karena:
- Dengan semakin banyaknya sarana dan
prasaranatransportasi,
- Hubungan antar kelompok semakin intensif dan
- Semakin sering
mereka melakukan pembauran
Sementara daerah-daerah yang terletak jauh dari pantai umumnya tidak banyak terpengaruh budaya luar, sehingga kebudayaannya berkembang dengan corak khas. Contoh: jakarta salah satu contoh kota pelabuhan, memiliki corak kebudayaan yang cukup beragam yaitu dengan adanya Budaya Betawi memiliki sedikit budaya Cina, Arab, dan India. Hal ini diakibatkan oleh beragamnya orang yang datang/singgah di kota ini sehingga terjadinya pembauran kebudayaan.
MANFAAT KEBERAGAMAN BUDAYA
Tidak semua negara memiliki keberagaman budaya
seperti yang dimiliki oleh negara Indonesia. Dengan demikian, keberagaman
budaya memberikan manfaat bagi bangsa kita.
Beberapa manfaat keberagaman budaya, sebagai
berikut :
- Dalam bidang bahasa, kebudayaan daerah yang berwujud dalam bahasa daerah dapat memperkaya perbendaharaan istilah dalam bahasa Indonesia.
- Dalam biang pariwisata, potensi keberagaman budaya dapat dijadikan objek dan tujuan pariwisata di Indonesia yang bisa mendatangkan devisa.
Indonesia merupakan negara
kepulauan yang terbesar di dunia, terdiri da-ri sekitar 17.000 pulau,
terbentang dari Barat ke Timur sepanjang 5.110 km dari 950 BT-1410
BT, dan dari utara keselatan sepanjang 1.888 km dari 60LU-110LS.
Luas wilayah Indonesia seluruhnya mencapai 5.193.252 km2, dengan luas daratan
1.904.443 km2, dan mempunyai garis pantai sepanjang 54.716 km, merupakan yang
terpanjang kedua di dunia setelah Kanada. Pulau daratan yang paling besar
adalah Pulau Kalimantan dengan luas tanah 539.460 km2 atau 28,32 %. Disusul
Pulau Sumatra dengan luas 473.606 km2 atau 24,86 %. Kemudian Pulau Sulawesi dengan
luas 189.216 km2 atau 9,93 %, yang paling kecil diantara ke empat pulau
terbesar itu adalah pulau Jawa dan Pulau Madura dengan luas 132.187 km2 atau
6,95%.
Indonesia terletak
diantara Benua Asia dan Benua Australia, serta antara Samudera Hindia dan
Samudera Pasifik. Posisi ini membuat Indonesia penting bukan hanya dari sudut sosial
ekonomi, tetapi juga politik dan militer. Karena terletak di garis
khatulistiwa, Indonesia juga dijuluki Zamrud Khatulistiwa.
Jumlah penduduk Indonesia berdasarkan
hasil sensus tahun 2000 berjumlah 237,6 juta orang, terdiri dari 119,6 juta
laki-laki dan 118 juta perempuan. Dengan laju pertumbuhan 1,49 % pertahun,
penduduk Indonesia relatif telah dapat dikendalikan pertumbuhannya, meskipun
jumlah penduduk Indonesia masih merupakan nomor empat terbesar di dunia setelah
Cina, India, dan Amerika Serikat.
Penduduk Indonesia tersebar di
sekitar 6.850 pulau dari kurang lebih 17.000 pulau, mulai Pulau We di ujung
utara sampai Pulau Papua di timur. Tetapi persebaran penduduknya tidak merata,
hal ini terlihat dari 59 % jumlah penduduk Indonesia terkonsentrasi di Pulau
Jawa, padahal luasnya hanya 6,94 % dari luas wilayah Indonesia. Hal ini
berakibat pada kepadatan penduduk yang sangat tinggi di beberapa propinsi
seperti DKI Jakarta dengan 12,6 ribu jiwa per km2, sementara di Papua hanya 5
jiwa per km2.
Bangsa Indonesia terbagi atas
ratusan suku bangsa, yang masingmasing memiliki adat dan tradisi berbeda.
Merekapun mempunyai bahasa daerah yang berlainan, dengan ratusan dialek dan
logat bahasa. Jika dikelompokkan, diperkirakan terdapat sekitar 200 sampai 250
bahasa daerah. Dari daftar sementara suku bangsa di Indonesia yang dikumpulkan
diperkirakan terdapat sekitar 360 kelompok suku bangsa.
Dilihat dari ras, penduduk
Indonesia juga memiliki beberapa ras. Ras didasarkan kepada persamaan ciri-ciri fisik dari kelompok manusia. Para
antropolog banyak yang berbeda pendapat bahkan mengalami kesulitan untuk
membuat klasifikasi ras umat manusia, karena fakta menunjukkan banyaknya
variasi yang terjadi pada kelompok manusia. Ditambah banyak dari kelompok ras
yang sama, mengembangkan kebudayaan dan bahasa yang berbeda atau sebaliknya,
ras-ras yang berbeda mengembangkan kebudayaan dan bahasa yang sama. Misalnya
masyarakat Amerika terdiri dari berbagai macam ras di seluruh dunia, tetapi
mereka mengembangkan bahasa dan kebudayaan Amerika.
Di Indonesia yang termasuk
ke dalam ras Mongoloid Melayu antara lain orang Jawa, orang Minang, orang
Menado, Orang Sunda dan lainnya. Namun seperti kita ketahui bahwa
kelompok-kelompok yang berasal dari satu ras itu mengembangkan kebudayaan dan
bahasa yang berbeda-beda. Demikian juga ras Melanesosid dapat ditemukan di
Papua, karena di Papua pun terdiri dari banyak bahasa dan kebudayaan yang
berbeda-beda.
Dari contoh diatas
terlihat bahwa di Indonesia banyak kebudayaan dan bahasa yang perkembangannya
tidak harus terikat oleh faktor ras. Oleh karena itu, pembahasan mengenai
keanekaragaman budaya masyarakat Indonesia tidak dihubungkan dengan ras.
Kemudian alasan lain bahwa dalam perkembangan bangsa Indonesia istilah ras sudah
kurang digunakan lagi dan sebagai gantinya digunakan istilah suku bangsa.
2) Suku Bangsa Indonesia
Menurut Koentjaraningrat
(1990) konsep yang tercakup dalam istilah suku bangsa adalah suatu golongan
manusia yang terikat oleh kesadaran dan identitas akan kesatuan kebudayaan,
sedangkan kesadaran dan identitas tadi seringkali (tetapi tidak selalu)
dikuatkan oleh kesatuan bahasa juga. Dengan demikian kesatuan kebudayaan bukan
suatu hal yangditentukan oleh orang luar, misalnya oleh seorang ahli
Antropologi, ahli kebudayaan atau lainnya, melainkan oleh warga kebudayaan yang
bersangkutan. Dengan demikian kebudayaan Sunda merupakan suatu kesatuan, bukan
karena ada peneliti-peneliti yang secara etnografi telah menentukan bahwa
kebudayaan Sunda itu suatu kebudayaan tersendiri yang berbeda dari kebudayaan
Jawa atau kebudayaan lainnya, tetapi karena orang-orang Sunda sendiri sadar
bahwa diantara mereka ada keseragaman mengenai kebudayaan mereka, yaitu kebudayaan
semua yang mempunyai kepribadiandan identitas khusus sebagai orang Sunda.
Namun pengertian mengenai suku bangsa di Indonesia
seperti tersebut di atas dalam kenyataannya sangat kompleks, ada yang menyempit
dan ada yang meluas. Misalnya penduduk Papua terdiri atas orang Sentani, orang
Marindanim, orang Serui, orang Kapauku dan sebagainya yang masing-masing
memiliki kebudayaan dan bahasa khas yang mereka gunakan dalam kelompoknya
masing-masing. Namun apabila mereka hidup di luar Papua akan mengaku sebagai
orang Papua.
Sampai sekarang ada
beberapa pendapat mengenai jumlah suku bangsa yang ada di Indonesia. Atas dasar
patokan jumlah bahasa daerah, maka Esser, Berg dan St. Takdir Alisyahbana
memperkirakan adanya 200 sampai 250 suku bangsa di Indonesia. Kemudian Jaspan
yang pernah menyusun daftar suku-suku bangsa di Indonesia berpndapat bahwa
jumlah suku bangsa di Indonesia ada 360. Sedangkan menurut
Koentjaraningrat jumlah suku–suku bangsa di Indonesia adalah sebagai berikut:
- ] Sumatra : 42 suku bangsa
- ] Jawa dan Madura : 8 suku bangsa
- ] Bali dan Lombok : 3 suku bangsa
- ] Kalimantan : 25 suku bangsa
- ] Sulawesi : 37 suku bangsa
- ] Timor : 24 suku bangsa
- ] Kep. Barat Daya : 5 suku bangsa
- ] Maluku : 9 suku bangsa
- ] Ternate : 15 suku bangsa
- ] Papua : 27 suku bangsa
195 suku
bangsa
Lebih lanjut
Koentjaraningrat mengemukakan bahwa sebagian suku-suku
bangsa di Indonesia sudah banyak dikelompokkan para ahli baik oleh orang asing
atau oleh orang Indonesia sendiri, namun tetap banyak mengalami kesu-litan
untuk dapat menggambarkan keanekaragaman kebudayaan Pemerintah Indonesia
sendiri untuk kepentingan administratif yang sifatnya praktis membagi suku
bangsa di Indonesia menjadi tiga golongan, yaitu:
Ø suku bangsa
Ø golongan keturunan asing
Ø masyarakat terasing
Sebagaimana telah
diketahui bahwa suku bangsa memiliki daerah asal dalam wilayah Indonesia.
Berbeda dengan golongan keturunan asing, golongan ini berasal dari luar
Indonesia seperti Cina, Arab, India, Eropa. Golongan penduduk keturunan asing
ini diharapkan dapat berasimilasi dengan penduduk dimana mereka tinggal atau
sepenuhnya menganut kebudayaan nasional Indonesia. Kebudayaan nenek moyang
hanya untuk dianut dalam kehidupan pribadi mereka saja, karena mereka harus
menggunakan kebudayaan nasional. Hal ini sangat rasional karena mereka hidup
dalam wilayah negara kesatuan republik Indonesia, menikmati keamanan di
Indonesia, menikmati kesejahteraan di Indonesia bahkan sampai melahirkan keturunan
beberapa generasi di Indonesia. Hal ini telah dibuktikan oleh orang
Arab-Indonesia yang telah menyatu mencapai asimilasi dan mereka hanya dibedakan
dari penduduk asli Indonesia melalui cirri-ciri fisiknya saja yang memang
secara kodrat sulit dihilangkan.
Masyarakat terasing
merupakan golongan suku bangsa yang terisolasi dan masih hidup dari berburu,
meramu atau berladang padi dan umbi-umbian dengan cara ladang berpindah-pindah.
Mereka membuka hutan dengan cara membakar hutan. Biasanya mereka terhambat dari
perubahan dan kemajuan karena isolasi geografi mereka. Namun kadang kadang juga
karena upaya-upaya mereka sendiri yang disengaja untuk menolak bentuk perubahan
kebudayaan apapun, seperti halnya orang Baduy di Banten.
Beberapa golongan masyarakat
terasing yang masih tinggal adalah:
- Orang laut yang bersifat pengembara
- Orang darat yang hidup tersebar di daratan–daratan rendah yang berawa di Sumatra Timur hingga kekaki Bukit Barisan di pedalaman.
- Penduduk kepulauan Mentawai, pulau-pulau di sebelah barat Sumatera Barat.
- Orang Baduy di Banten Selatan, Propinsi Banten
- Orang Donggo di bagian pedalaman pegunungan Sumbawa Timur
- Kelompok pengembara orang Punan (Penan) yang berpindah-pindah di sepanjang hulu sungai-sungai besar Kalimantan
- Orang Tajio di Sulawesi tengah
- Orang Amma Toa di Sulawesi Tenggara
- Orang Togutil di Halmahera Utara
- Penduduk lembah pegunungan Tengah Papua serta mereka yang hidup dihulu-hulu sungai besar.
3) Faktor Penyebab Keberagaman
Budaya Suku Bangsa Indonesia
Keberagaman budaya suku bangsa Indonesia
merupakan suatu kenyataan dan sekaligus kekayaan yang terdapat dalam lingkungan
wilayah negara kesatuan Republik Indonesia ini. Namun tentu saja kita bertanya
mengapa masyarakat Indonesia itu beraneka ragam keadaannya, kira-kira apa
penye-babnya? Dari hasil analisis yang dilakukan oleh beberapa faktor, yang
diduga menyebabkan keanekaragaman masyarakat Indonesia. Faktor itu antara lain
keadaan geografi wilayah Indonesia dan letak kepulauan Indonesia diantara dua
benua dan dua samudra.
Keadaan geografis wilayah
Indonesia
Wilayah Indonesia terdiri dari
lebih 17.000 pulau besar dan kecil yang satu sama lain dipisahkan oleh laut
atau selat yang bertebaran di suatu daerah ekuator sepanjang kurang lebih 3000
mil dari Timur ke Barat dan lebih dari 1000 mil dari utara ke Selatan,
merupakan faktor yang sangat besar pengaruhnya terhadap keanekaragaman suku
bangsa di Indonesia. Oleh karena itu ketika nenek moyang bangsa Indonesia
datang secara bergelombang dari daerah yang sekarang sebagai daerah Tiongkok
selatan kira-kira 2000 tahun SM, menye-babkan mereka harus menetap didaerah
yang terpisah-pisah satu sama lain. Isolasi geografis yang demikian
mengakibatkan mereka tumbuh menjadi satu kesatuan suku bangsa, Masing-masing
berbeda satu sama lain karena memang mereka hidup dalam keadaan lingkungan yang
berbeda-beda.
Letak Kepulauan Indonesia
diantara dua benua dan dua samudera.
Letak kepulauan Indonesia
diantara dua benua yaitu Australia dan Asia serta diantara dua samudera, yaitu
Hindia dan Pasifik. Ini dapat mempengaruhi terciptanya keanekaragaman dan
masuknya berbagai kebudayaan dunia kedalam kebudayaan-kebudayaan suku bangsa
yang sudah ada.
Pengaruh yang pertama kali
datang adalah agama dan kebudayaan Hindu dan Budha dari India, sejak 400 tahun
SM. Agama Hindu dan Budha ini tersebar ke berbagai wilayah Indonesia. Akibat
penyebaran ini terjadi peleburan atau difusi dengan kebudayaaan-kebudayaan suku
bangsa yang sudah ada. Pengaruh yang paling kuat bahkan sampai sekarang
terutama di Pulau Jawa dan Pulau Bali.
Sekitar abad ke 13, agama
Islam mulai masuk kedalam masyarakat Indonesia, namun baru sekitar abad ke 15
penyebaran agama Islam ini benar-benar menyebar keseluruh pelosok wilayah
Indonesia. Bila dibandingkan dengan agama lain, agama Islam merupakan agama yang
paling cepat penyebarannya dan paling banyak diterima oleh masyarakat luas di
Indonesia. Hal ini disebabkan penyebarannya tidak dilakukan dengan paksaan.
Setiap masyarakat Indonesia diberi kebebasan untuk menetukan pilihannya sendiri
apakah mau memeluk agama Islam atau tidak.
Namun di beberapa daerah
dimana sudah tertanam begitu kuat agama Hindu seperti di Bali, Budha dan
campuran dengan kebudayaan asli setempat seperti di beberapa daerah Jawa tengah
dan Jawa timur, pengaruh agama Islam kurang mendapat tempat. Kemudian sekitar permulaan abad ke 16
datanglah kebudayaan Barat melalui orang Portugis. Orang Portugis datang ke
Indonesia terutama di daerah kepulauan Maluku karena tertarik oleh
rempah-rempah yang sangat laku di Eropa saaat itu.
Perdagangan mereka juga ternyata disertai kegiatan misionaris agama Katolik.
Setelah bangsa Belanda berhasil mendesak orang Portugis keluar dari daerah
tersebut kira-kira tahun 1600-an, maka pengaruh agama Katolik digantikan oleh
pengaruh agama Protestan yang dibawa oleh bangsa Belanda.
Semua pengaruh yang datang
dari luar akan mengakibatkan terdapatnya bermacam-macam agama di Indonesia yang
dianut oleh para pemeluknya masing-masing. Demikianlah secara sepintas kita
mengetahui bahwa masyarakat Indoensia memiliki bermacam-macam suku bangsa, ras,
budaya, agama maupun yang lainnya. Atau dengan kata lain bahwa masyarakat
Indonesia itu beraneka ragam. Keanekaragaman ini merupakan suatu kekayaan
bangsa Indonesia yang tidak ternilai harganya yang merupakan potensi untuk
menjadi bangsa yang besar.
Kesimpulan
di atas, sangatlah jelas bagi kami pihak peneliti ingin membuat kamus dari
berbagai bahasa yang di gunakan oleh berbagai suku bangsa di Indonesia yang
jumlah suku nya terdiri dari 195 Suku
Bangsa yang berada di Wilayah Nusantara Indonesia. Karena Bahasa tersebut
adalah bahasa yang di pakai dalam berkomunikasi dengan sesama suku sebelum
Bahasa Indonesia terbentuk. Saat belum ada bahasa Indonesia pastilah komunikasi
mereka antar suku hanya menggunakan bahasa tubuh atau bahasa isyarat. Yang
pastilah kadang menimbulkan salah pengertian atau kadang justru terjadi pecah
konflik jika kita salah mengartikan. Kenapa bahasa Nusantara yang kita pilih
sebagai penelitian, karena bahasa tersebut merupakan peninggalan sejarah nenek
moyang kita yang harus kita jaga dan di lestarikan, sehingga saat kita
berpergian ke suatu wilayah kita bisa menyesuaikan dengan bahasa yang mereka
pergunakan di wilayah tersebut. Karena tidak semua orang bisa menggunakan
Bahasa Indonesia ,apalagi sebagian orang-orang yang sudah tua dan tidak
mengenyam pendidikan di bangku sekolah. Dan keuntungan yang di dapatkan agar
bahasa Daerah di Wilayah Nusantara bisa di kenal oleh Bangsa Lain, Jadi mereka
bisa lebih mudah untuk berkomunikasi dengan Daerah tertentu jika mereka ingin
mengadakan penelitian dalam bidang ilmu tertentu ataupun hanya sekedar ingin
tinggal di wilayah daerah tersebut.
Dampak
positif pembuatan kamus tersebut adalah kenaikan di Sektor Pariwisata dan
Kebudayaan karena dengan adanya Kamus berbagai bahasa di Nusantara bisa membuat
keinginan para wisatawan lokal atau manca negara untuk lebih mengenal budaya
mereka, dengan segala keunikan yang di miliki dari tiap daerah atau suku di
Indonesia. SEKIAN

Tidak ada komentar:
Posting Komentar