Selasa, 17 Februari 2015

Menghadapi AEC 2015



Tidak lama lagi diakhir tahun 2015, AEC akan mulai dilaksanakan. Apa AEC itu sendiri? AEC atau yang dikenal sebagai Asean Economic Community adalah kerjasama ekonomi di lingkup ASEAN. Memang sejauh ini sudah ada kerjasama antar negara di ASEAN tetapi cakupan kerjasama masih dalam lingkup yang terbatas.  Dengan adanya AEC atau lebih dikenal dengan istilah masyarakat ekonomi Asean (MEA) ini, nantinya negara-negara yang terlibat dalam ASEAN akan disamaratakan pertumbuhan ekonominya, kemajuan sosial dan pengembangan kebudayaan antar negara yang terlibat didalamnya. Dalam artian, perekonomian di Asia Tenggara akan menjadi lebih baik dan mampu bersaing dengan negara yang perekonomiannya lebih maju. Tidak hanya itu, dengan adanya AEC ini bisa meningkatkan kerjasama yang aktif dan saling membantu dalam menangani masalah yang ada diantara negara yang terlibat. Sehingga akan tercipta perdamaian diantara Negara yang terlibat di dalamnya.

Sekarang sejauh mana pemerintah kita dalam menyajikan dan mensosialisasikan berita-berita tersebut? Sejauh mana Pemerintah Provinsi Banten menyiapkan hal tersebut? Dan seberapa banyak masyarakat Banten yang tahu mengenai hal ini? Bedasarkan data yang ada, Pemprov memfokuskan AEC hanya untuk para pengusaha di Banten. Sabtu, 18 oktober 2014 bertempat di gedung kadin, dinas perdangan dan perindustrian serta dinas terkait lainnya menggelar acara dialog bersama kamar dagang dan industri (Kadin) Banten untuk mengajak para pengusaha untuk menjadi mitra pemprov dalam membangun provinsi banten dalam menghadapi AEC ini.

Mengapa pemprov hanya fokus ke para pengusaha? bagaimana dengan masyarakat yang lain? Seharusnya pemerintah tidak hanya memfokuskan AEC kepada kalangan pengusaha saja, seharusnya masyarakat yang lainnya harus tahu mengenai hal ini, terutama pada generasi muda atau usia produktif yang ingin bekerja. Sehingga mereka mengetahui bahwa kompetitor mereka tidak hanya dalam lingkup nasional tetapi juga masyarakat lain dari 9 negara yang terlibat pada ASEAN.

Bagaimana kita mau memajukan provinsi dan Negara kita, akan tetapi hanya beberapa masyarakat yang tahu akan hal ini. Padahal sebentar lagi kita akan menghadapi pasar bebas ASEAN. Yang juga berpengaruh pada kesempatan kerja. Maka dari itu sebagai generasi muda atau usia produktif tentunya kita yang memegang peranan penting dimasyarakat, kita dapat memaksimalkan peluang besar kita untuk memajukan perekonomian provinsi bahkan Negara kita.

Faktanya negara kita menyuplai 40% total penduduk ASEAN. Seharusnya kita malu karena kita yang menyumbangkan tingkat populasi yang tinggi, tetapi tidak ikut berpartisipasi dalam hal tersebut dan hanya menjadi penonton saja. Dan juga dengan letak geografis dan luas wilayah kita yang sangat strategis seharusnya bisa dimanfaatkan dengan sebaik mungkin.

Sekarang langkah apa saja yang perlu kita lakukan dan perhatikan dalam menyiapkan AEC ini? Salah satunya dengan cara meningkatkan kepedulian generasi –generasi muda terhadap AEC saat ini. Seperti saling mengingatkan kepada teman dan lingkungan sekitar bahwa AEC semakin dekat. Dan juga langkah yang pertama yang perlu di perhatikan ialah meningkatkan SDM kita sendiri dari segi pendidikan. Tidak perlu mempunyai IP yang sempurna, yang paling penting adalah kesiapan kita menghadapi dunia kerja dan AEC. Yang diketahui bersama dunia kerja membutuhkan orang dengan kemampuan soft skill yang bagus. Sebagai contoh dengan cara melatih kemampuan berbahasa. Tidak hanya kemampuan berbahasa inggris yang harus kita kuasai akan tetapi kemampuan berbahasa Negara yang lainnya terutama negara-negara yang akan terlibat pada AEC ini. Contohnya, kalian ke depannya ingin bekerja di salah satu Negara ASEAN misalnya Thailand, latihlah bahasa Thailand itu sendiri.

Hal yang harus diperhatikan lagi adalah mengurangi sifat konsumerisme atau sifat seseorang dalam melakukan atau menjalankan proses konsumsi atau pemakaian barang-barang hasil produksi secara berlebihan. Hal tersebut akan menjadikan seseorang menjadi pecandu dari suatu produk tersebut. Banyak generasi muda sekarang yang mempunyai sifat tersebut dan kebanyakan dari mereka kecanduan memakai produk dari luar. Jangan hanya mengurangi sifat konsumerisme, kita juga harus bangga terhadap produk kita sendiri. Tidak hanya bangga, kita juga harus berfikir kreatif guna menjadi pelaku dalam usaha yang kita geluti. Dan mulai dari sekarang, Ayo siapkan diri kita dan bangkitkan rasa kepedulian kita terhadap AEC 2015, untuk Banten dan Indonesia yang lebih baik!

Setidaknya terdapat 4 hal penting terkait pelaksanaan AEC 2015, diantaranya : 1. Asean sebagai pasar dan produksi tunggal, 2. Pembangunan ekonomi bersama (Asean economic development), 3. Pemerataan ekonomi, 4. Perkuatan daya saing (di sini pentingnya SDM Kompeten). Kesepakatan pelaksanaan AEC ini diikuti oleh 10 negara anggota Asean yang memiliki total penduduk 600 juta jiwa.

Sekitar 43% jumlah penduduk Asean itu berada di Indonesia. Artinya, pelaksanaan AEC ini sebenarnya akan menempatkan Indonesia sebagai pasar utama yang besar, baik untuk arus barang maupun arus investasi. Dalam kontek arus barang, sudahkan barang-barang lokal nasional mampu bersaing melawan produk-produk unggulan dari Thailand, Vietnam, Filiphina, Brunei darussakam,  dan Malaysia, baik dari sisi harga maupun kualitas. Bisakah Indonesia pada AEC 2015 nanti menguasai pasarnya sendiri di dalam negeri?

Harus diingat, saat ini saja (2012) perdagangan antara Indonesia dengan Vietnam tercatat defisit US$157 juta, dengan Thailand defisit US$721 juta, dengan Singapura defisit US$707 juta, dengan malaysia defisit US$511 juta, bahkan dengan negara kecil Brunei Darussalam defisit US$281 juta.

Memang, secara konsepsi AEC sangat makro dan tidak mudah darimana akan mengawali persiapannya. Penulis juga meyakini bahwa Komite Persiapan AEC bentukan pemerintah akan kesulitan menyusun draft persiapan menghadapi AEC 2015. Jika demikian kondisinya, bisa dipastikan defisit neraca perdagangan dengan negara-negara disebut di atas akan semakin besar nilainya. Lantas untuk apa ber-AEC jika keberadaannya justru semakin melemahkan Indonesia.

Sebenarnya masih cukup waktu untuk melakukan negosiasi ulang mengenai poin apa saja yang penting disepakati, dan itu bisa menguntungkan posisi Indonesia. Pola atau model yang telah diterapkan oleh negara-negara anggota Masyarakat Ekonomi Eropa (MEE) sebaiknya tidak diterapkan pada kesepakatan AEC. Sebagian poin-poin pada MEE harus dihindarkan pada AEC. Ini harus jelas dan tegas. Konsep AEC harus lebih menjamin penyerahan keputusan kepada setiap negara anggota. Sebab dari sinilah kita bisa memainkan peranan. Misalnya UU (Undang-undang) yang mengatur tentang peserta tender pengadaan belanja barang bagi pemerintah harus dikukuhkan untuk tidak boleh diikuti oleh perusahaan asing, termasuk pengusaha dari negara-negara anggota  Asean.

Sosialisasi yang harus dilakukan oleh pemerintah dalam kontek persiapan AEC hendaknya tidak semata mengenai cara-cara menembus pasar Asean, tapi yang jauh lebih penting adalah bagaimana pengusaha kita bisa bertahan di pasar lokal di tengah besarnya arus barang dari Asean. Pola-pola seperti MEE, misalnya penyatuan mata uang, harus dihindarkan dalam AEC. Tidak perlu ada mata uang Asean Dolar, atau bursa tunggal Asean Stock Market (Asean Stock Exchange). Tidak perlu juga dibentuk Asian Interbank Spot Dollar Rate (Aisdor). Arahkan konsep AEC sebagai sebuah komunitas ekonomi yang kuat saat menghadapi Jepang, Korea dan India, misalnya.

Jika menilik kepada 4 poin penting terkait pelaksanaan AEC, yakni : 1. Asean sebagai Pasar dan Produksi Tunggal, 2. Pembangunan ekonomi bersama (Asean economic development), 3. Pemerataan ekonomi, 4. Perkuatan daya saing, maka sebenarnya di sini adalah mengandung unsur regulasi, infrastruktur dan sistem. Tiga hal penting ini (regulasi, infrastruktur dan sistem) yang harus benar-benar dipersiapkan oleh pemerintah agar ekonomi – bisnis nasional masih bisa terjaga, bahkan bisa ekspansi secara masif ke negara lain anggota Asean.

Misalnya dalam kontek liberalisasi investasi di AEC, Depertemen Keuangan harus membuat regulasi persiapan yang kuat untuk “memagari” agar masyarakat Indonesia tidak bisa dengan mudah membeli produk-produk investasi keuangan yang dijual oleh perusahaan asal Thailand di pasar Indonesia. Kecuali kalau perusahaan asing Asean itu sudah bekerjasama dengan perusahaan investasi skala dunia, seperti AIG, Prudential, Manulife, atau lainnya.

Sebaliknya, bisa dipastikan masyakat ekonomi Asean tidak akan belanja produk investasi Indonesia yang banyak menipu seperti produk investasi Antaboga. Kita juga tidak ingin masyarakat kita membeli produk investasi asing Asean yang dijual di pasar Indonesia tapi levelnya sama seperti Antaboga, yang menipu dan menyengsarakan.


Penguatan barang lokal di pasar lokal harus menjadi ideologi yang perlu dikembangkan bersama melalui gerakan kampanye menghadapi pelaksanaan AEC 2015. Masyarakat dan khalayak pengusaha nasional tidak perlu terlalu khawatir memasuki AEC 2015 jika dari sekarang ideologi “Penguatan Barang Lokal di Pasar Lokal” mulai ditanamkan sedalam mungkin di hati. Sehingga nanti pada saatnya (2015) – tanpa kita sadari—kita sudah bisa bertahan dan bersaing, setidaknya di halaman sendiri. Bukan hanya menghadapi arus barang dari Brunei, Singapura, Thailand, Vietnam, dan Malaysia, tapi juga arus barang dari Laos, Myanmar, Filiphina dan Kamboja.

Kita tidak perlu terlalu sibuk memikirkan seperti apa konsep pelaksanaan AEC 2015, karena terlalu makro dan sebenarnya sudah ada Sekjen Asean yang menyusun dan mengkajinya secara seksama melalui arahan Asean High Level Task Force. Sudah ada sebagian kesepakatan yang bisa dijadikan tolok ukur untuk berlatih dan bertahan terkait AEC, misalnya/diantaranya AFTA (Asean Free Trade Area), AIA (Asean Investment Area),  AFAS (Asean Framework Agreement on Service), dan ADSM (Asean Dispute Settlement Mecanism).

Maka itu, kuatkan saja idoelogi dari sekarang mengenai “Penguatan Produk Lokal untuk Pasar Lokal” yang diiikuti oleh kerja keras dan penguatan teknis secara terus-menerus, menguatkan aspek SDM Kompeten, sehingga nanti pada saatnya tanpa terasa kita sebenarnya sudah mampu bersaing.* sumber: kompasiana 28/12/2014 Aluh Sibha H.


Bagikan kepada kerabat Anda............

Selasa, 27 Januari 2015

10 Pantai Terindah di Yogyakarta




10 Pantai Terindah di Yogyakarta
Daftar pantai - pantai yang indah dan eksotik di Yogyakarta Indonesia

Pantai Yogyakarta, Beautiful Beach, Vacation Trip, Wisata di Jogja/Yogyakarta sangat banyak untuk dikunjungi, terutama pesona keindahan pantai yang eksotik. Banyak sekali nama pantai di Yogyakarta, mulai dari ujung barat hingga ujung timur. Mulai dari pantai di Kab. Kulonprogo hingga pantai di Kab. Gunung Kidul, semuanya menawarkan keindahan alam yang mengagumkan. Dari berbagai pantai tersebut, setiap pantai menawarkan keunikan dan keindahan tersendiri. Inilah, kumpulan pantai yang sebaiknya anda kunjungi sebagai tempat referensi wisata di Yogyakarta.


1. PANTAI PARANGTRITIS

Pantai Parangtritis mungkin sudah tidak asing lagi ditelinga kita , karena pantai ini sudah terkenal sejak dahulu hingga sekarang. Pesona dari pantai parangtritis selain ombaknya, anda dapat bermain ombak, pasir pantai, naik dokar, kuda, motoroff road, dan bisa bermain layang-layang bersama anggota keluarga. Apabila anda ingin menikmati keindahan pantai dari atas tebing.

 Anda bisa juga melakukan nya dengan naik ke atas tebing dengan menaiki tebing secara jalan kaki,selanjutnya untuk bisa terjun bebas dengan paralayang. Diatas pegunungan dibelakang pantai juga terdapat gubuk-gubuk yang bisa dipakai untuk duduk-duduk santai sambil melihat pantai diatas ketinggian..untuk menanti tengelam nya matahari.


2. PANTAI DEPOK

Pantai Depok ini masih terletak di Kawasan Pantai Parangtiris, dari pantai parangtritis anda menuju ke arah barat melalui jalan kecil dan anda juga dapat menikmati gumuk pasir yang merupakan fenomena alam / keajaiban alam. Gumuk pasir ini hanya ada 4 di dunia, dan salah satunya di daerah ini. Keindahan pantai depok sudah terlihat ketika anda mencapai parkir mobil, dengan pantai yang terbentang luas dan bersih.
Pantai Depok juga dijadikan sebagai kawasan wisata kuliner oleh Menteri Kebudayaan dan Pariwisata RI Jero Wacik Tahun 2009 yang lalu. Terdapat pasar ikan dan sekitar 40 warung makan. Wisatawan membeli ikan segar di Pasar Ikan atau langsung dari perahu nelayan, selanjutnya jasa memasak oleh warung makan.


3. PANTAI SIUNG

Pantai Siung ini adalah pantai yang saat ini belum banyak orang mengetahui, dengan pemandangan tebing karang tinggi ini wajar bila kita lantas menjadi pantai favorit. Selain keindahannya, pantai ini didukung oleh suasananya yang tenang. Begitu memasuki area parkir, para pengunjung akan langsung disambut oleh tebing dan karang yang tinggi. Berbeda dengan pantai lain di Jogja, suguhan Pantai Siung tak hanya berupa pasir putih dan air laut yang tenang. Jajaran tebing-tebing yang mengelilingi pantai layak untuk ditaklukkan.

Bagi pencinta kegiatan berkemah juga sangat cocok, apalagi untuk kegiatan bertamasya bersama keluarga sangat cocok karena bisa mencari tempat terbaik dengan mengelar tikar atau alas disalah satu pohon sambil menikmati keindahan pantai nya.


4. PANTAI INDRAYANTI

Pantai ini bisa dikatakan sebagai pantai baru di Yogyakarta, karena baru dibuka 2 tahun kemarin sebagai tempat wisata. Walaupun baru, namun pantai ini menawarkan berbagai keindahan pantai dan ombak yang tak kalah menariknya dan wajib anda kunjungi. Sebenarnya pantai ini masih termasuk kawasan Pantai Sundak, namun karena pengunjung dan masyarakat sekitarnya menyebutnya Pantai Indrayanti. Nama ini diberikan oleh pengelola pantai karena salah satu usaha jetski bernama Indrayanti.

5. PANTAI KRAKAL

Pantai Krakal merupakan pantai yang paling indah, di antara seluruh hamparan pantai di sepanjang pulau Jawa. Pantai ini akan dibangun menjadi kawasan pantai dan perkampungan wisatawan, khususnya wisatawan asing, semacam tourist resort Nusa Dua di pulau Bali. Pantai Krakal, bentuk pantainya landai, berpasir putih, terhampar sepanjang lebih dari 5 kilometer. Pantai ini menerima panas matahari dari pagi hingga petang hari sepanjang tahun. Angin laut yang terhembus sangat sejuk, ombaknya cukup besar.

6. PANTAI SUNDAK

Wisatawan yang pernah mampir ke pantai ini, tak pernah memungkiri kalau pantai Sundak sangan bagus. Pantai ini memiliki penampilan yang bersih dan pasir putih yang yang bersih, bukan hanya it air lautnya juga terlihat sangat jernih.

Tampak beberapa bukit batu karang dan batu kapur di utara pantai dengan tinggi sekitar 12 meter. Bukit-bukit ini melatari pantai dan menambah keelokan pesona alam kawasan pantai Sundak. Di dalam salah satu bukit batu karang tersebut terdapat gua, yang di dalamnya ada sumur air tawaryang menjadi sumber air bersih penduduk. 





7. PANTAI KUWARU
Pantai Kuwaru berada di daerah Srandakan, Bantul, kurang lebih 29 KM keselatan Jogja. Keunikan pantai Kuwaru adalah memiliki pohon cemara yang menghijau di sepanjang pantai. Di bawah rindangnya pepohonan cemara kita bisa bersantai sambil memandang lautan, kalo panas bisa berteduh di bawahnya. Jarang ketemu pantai yang banyak pepohonan cemara seperti dipantai ini.












8. PANTAI GLAGAH

Pantai paling barat di DIY adalah Pantai Glagah ini. Selain pemandangan pantai yang indah, Pantai Glagah juga memiliki beragam fasilitas wisata pantai. Salah satu adalah area motor cross yang terletak persis di pinggir pantai dengan luas yang cukup besar. Selain itu, anda juga bisa menyewa gethek, kano dan bebek dayung yang bisa digunakan untuk tur menyusuri laguna atau sekedar menyeberang lewat jembatan kayu menuju lokasi gundukan pasir di tepi pantai.


Anda bahkan bisa menikmati fasilitas agrowisata pantai dengan mengunjungi perkebunan Kusumo Wanadri. Di sana, anda bisa mengamati proses budidaya beragam tanaman obat mujarab, seperti buah naga dan bunga roselle.


9. PANTAI BARON

Pantai Baron yang terletak kurang lebih 40 km dari Yogyakarta ini menyimpan pesona yang sangat indah. Kontur lembah dan sungai air tawarnya menjadi magnet tersendiri bagi wisatawan yang datang. Inilah surga tersembunyi di Gunung Kidul.




10. PANTAI WEDI OMBO

Wedi Ombo berarti pasir yang lebar. Ada yang mengungkapkan, pantai paling ujung timur ini di DIY ini lebih pantas menyandang nama Teluk Ombo, sebab keadaan pantai memang menyerupai teluk yang lebar. Terdapat batu karang yang mengapit, air lautnya menjorok ke daratan, namun memiliki luas yang lebih lebar dibanding teluk biasa. Pasirnya bahkan lebih putih daripada pantai siung.

Kawasan pantai Wediombo di kelilingi oleh pegunungan karst dengan ditumbuhi oleh banyak sekali vegetasi tumbuhan keras. Lahan pertanian cukup luas didaerah ini karena memang sebagian besar penduduk bermata pencaharian sebagai petani. Adanya pegunungan karst mengakibatkan terbentuknya beberapa gua-gua dan beberapa sungai bawah tanah yang merupakan karakteristik khas topografi karst.


SELAMAT BERWISATA DI YOGYAKARTA...........LOVE JOGJA N YOU...